Jawaban PTS Schoology

 

NICHOLAS BUDI SYAHPUTRA (30) - X MIPA 2



JAWABAN:

1. Jika vektor a = (1   2   3), b = (5   4  –1), c = (4  –1   1) maka vektor a + 2b – 3c = (–1   13   –2). Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Penulisannya bisa ditulis dalam 2 huruf kapital atau 1 huruf kecil. Penulisan vektor bisa dalam bentuk

  • Baris: u = (u₁, u₂, u₃)
  • Kolom: u = 
  • Basis: u = u₁i + u₂j + u₃k

Panjang vektor u: |u| = 

Pembahasan

Diketahui

  • a = (1   2   3)
  • b = (5   4  –1)
  • c = (4  –1   1)

Ditanyakan

Vektor a + 2b – 3c = ... ?

Jawab

a + 2b – 3c

(–1    13     –2)

Jawaban: D


2. Jawaban:


Jawaban: B

3. a = 2i - 3j + 4k,

b = 5j + 5k = 0i + 5j + 5k
ab = 2(0) + (-3)(5) + 4(5) = 0 - 15 + 20 = 5
Jawaban: B


4. Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan menguadratkan |a + b| dan |a – b| kita tidak akan menggunakan rumus, dikarenakan tidak diketahui besar sudut antara kedua vektor tersebut.

Vektor adalah suatu besaran yang memiliki nilai dan arah. Pada mata pelajaran Matematika dan Fisika, tidak asing mendengar kata besaran vektor dan besaran skalar. Vektor dan skalar berbeda tentunya, seperti pengertian di atas bahwa vektor memiliki arah sedangkan skalar hanya memiliki nilai saja tidak mempunyai arah.

Untuk menyelesaikan soal ini kita akan menggunakan konsep berikut, antara lain :

Kembali ke soal, mari simak penyelesaiannya pada pembahasan di bawah ini!

Diketahui :

  • |a| = 4
  • |b| = 6
  • |a + b| = 2√19

Ditanya : nilai |a – b| = . . . ?

❖ Menentukan nilai 2 a · b

diperoleh: nilai 2 a · b = 24

❖ Sehingga, nilai |a  b|

∴ Kesimpulan : Jadi, nilai |a – b| = 2√7

Jawaban: A


5. b tegak lurus c
b•c = 0
(p, 2, -1)•(1, -1, 3) = 0
p - 2 - 3 = 0
p - 5 = 0
p = 5
jadi b = 5i + 2j - k

Vektor a - b - c
=> (2, -3, 1) - (5, 2, -1) - (1, -1, 3)
=> (2-5-1, -3-2-(-1), 1-(-1)-3)
=> (-3-1, -5+1, 2-3)
=> (-4, -4, -1)
=> -4i - 4j - k
Jawaban: C


6. a . b = |a| |b| Cos 60
p² - 1 = √(p² + 3) √(p² + 3) (1/2)
2p² - 2 = p² + 3
p² = 5
P² - 5 = 0
(P + √5)(p - √5) = 0
P = √5
P = - √5
Jawaban: D


7. A = (3, 2, -1)
B = (1, -2, 1)
C = (7,(p - 1), -5)
> panjang AB = B - A
= (1, -2, 1) - (3, 2, -1)
= (-2, -4, 2)
> panjang BC = C - B
= (7, (p - 1), -5) - (1, -2, 1)
= (6, (p + 1), -6)
kita cari konstanta yang mengubah (-2, -4, 2) menjadi (6, (p + 1), -6)
misal kita ambil vektor dari sumbu x
-2 * x = 6
x = 6 / -2
 x = -3
maka,
-4 * x = (p + 1)
-4 * -3 = p + 1
12 = p + 1
p = 12 - 1
p = 11
Jawaban: D

8Diketahui titik A(3, 1, –4), B(3, –4, 6) dan C(–1, 5, 4), titik P membagi vektor AB sehingga AP : PB = 3 : 2, maka vektor yang di wakili oleh vektor PC adalah (–4, 7, 2). Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Penulisannya bisa ditulis dalam 2 huruf kapital atau 1 huruf kecil. Penulisan vektor bisa dalam bentuk

  • Baris: u = (u₁, u₂)
  • Kolom: u = 
  • Basis: u = u₁i + u₂j

Vektor posisi adalah vektor yang titik pangkalnya di titik O, contoh:

  • OA = a, OB = b, OP = p dan sebagainya

Jika titik pangkalnya bukan di titik O, maka

  • AB = b – a
  • PQ = q – p

Perbandingan pada vektor

Jika P membagi AB dengan perbandingan AP : PB = m : n, maka

p = 

Diketahui

  • A(3, 1, –4)
  • B(3, –4, 6)
  • C(–1, 5, 4)
  • AP : PB = 3 : 2

Ditanyakan

Vektor PC = .... ?

Jawab

AP : PB = 3 : 2, maka

p = 

p = 

p = 

p = 

p = (3, –2, 2)

Jadi vektor PC

= c – p

= –4i + 7j + 2k

= (–4, 7, 2)

Jawaban: E


9. Diketahui panjang proyeksi vektor a = (–2, 8, 4) pada vektor b = (0, p, 4) adalah 8. Nilai p = 3. Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Penulisannya bisa ditulis dalam 2 huruf kapital atau 1 huruf kecil. Penulisan vektor bisa dalam bentuk

  • Baris: u = (u₁, u₂, u₃)
  • Kolom: u = 
  • Basis: u = u₁i + u₂j + u₃k

Panjang vektor u: |u| = 

Perkalian vektor

  • u • v = u₁.v₁ + u₂.v₂ + u₃.v₃
  • u • v = |u| . |v| cos α

dengan α adalah sudut antara vektor u dan vektor v

Proyeksi vektor ortogonal u pada v

Proyeksi skalar u pada v (panjang proyeksi vektor u pada v)

Diketahui

  • vektor a = (–2, 8, 4)
  • vektor b = (0, p, 4)

panjang proyeksi vektor a pada b = 8

Ditanyakan

Nilai p = ... ?

Jawab

a . b = 

a . b = –2(0) + 8p + 4(4)

a . b = 8p + 16

Panjang vektor b

|b| = 

|b| = 

Panjang proyeksi vektor a pada b = 8

 = 8

 = 8

 = 8

8(p + 2) = 8√(p² + 16)

(p + 2) = √(p² + 16)

==> kedua ruas dikuadratkan <==

(p + 2)² = (p² + 16)

p² + 4p + 4 = p² + 16

4p = 16 – 4

4p = 12

p = 3

Jawaban: C


10. a.b=0

P(4)+2(-3)-1(6)=0
4p-6-6=0
4p= 12
p=3

(a-b).2c =
(3)   (4)         (2)     (-1)   (4)
(2) - (-3) × 2 (-1) = (5) × (-2)
(-1)  (6)         (3)     (-7)    (6)
= -4-10-42
= -56
Jawaban: D

11AB = b - a

     = (3,3,1) - (1,2,3)
     = (2,1,-2)

BC = c - b
     = (7,5,-3) - (3,3,1)
     = (4,2,-4)

      AB : BC
(2,1,-2) : (4,2,-4)
(2,1,-2) : 2(2,1,-2)
       1  :  2

Jadi, AB : BC = 1 : 2

Jawaban: A


12. |a+b| = √|a|² + |b|² + 2 |a| |b| . cos x

|a-b| = √|a|² + |b|² - 2 |a| |b| . cos x

√|a|² + |b|² + 2 |a| |b| . cos x = √|a|²+|b|² + 2 |a| |b| . cosx

AKAR NYA HILANG JADI

|a|² + |b|² + 2 |a| |b| . cosx = |a|²+|b|² + 2 |a| |b| . cosx

=> |a| |b| . cos x + 2 |a| |b| . cos x = 0

=> 4 |a| |b| . cos x = 0

=> 0/4 |a|.|b|

=> 0

cos x = 0 = 90°

jadi a dan b saling membentuk sudut 90°

Jawaban: A


13. AB= b-a
BC= c-b

AB=(-1,1,-1)-(2,7,8)
=(-3,-6,-9)

BC=(0,3,2)-(-1,1,-1)
=(1,2,3)

e= u•v/|v|² kali v
=(-3•1)+(-6•2)+(-9•3)/(√1²+2²+3²)²kali (1,2,3)
=-3-12-27/(√14)² kali (1,2,3)
=-42/14 kali (1,2,3)
= -3(1,2,3)
= (-3,-6,-9)
= -3i - 6j - 9k
Jawaban: A

14. Saling tegak lurus, maka
a . b = 0
(2,-3,6) . (1,p,-1) = 0
2 + (-3p) + (-6) = 0
-3p - 4 = 0
p = -4/3
Jawaban: B

15. Cara:










= 6i - 2j + 4k

Jawaban: B

16. a = 

b = 

 |b|
3.2 + (-2).y + 1.2 = 




y yang memenuhi adalah :



Jawaban: E

17. Diketahui

 dan 

Kedua vektor membentuk sudut θ dengan cos θ = ⁶/₁₁.

Vektor proyeksi u pada v adalah 

Ditanya

Nilai b

Penyelesaian

Kita coba siapkan terlebih dahulu perkalian titik (dot product) dari vektor u dan vektor v.

Langkah pertama adalah membentuk persamaan dari vektor-vektor u dan v terkait cosinus sudut antara keduanya.

Rumus cosinus sudut vektor u dan v

Sederhanakan dengan kedua pembilang dibagi 3.

Kita sebut sebagai Persamaan-1.

Langkah kedua adalah membentuk hubungan antara vektor v dengan vektor proyeksi u pada v yaitu vektor p.

Vektor proyeksi u pada v adalah vektor p, yakni

Kita misalkan  sebagai k yaitu faktor pembanding (atau pengali).

Dapat disimpulkan bahwa jika vektor proyeksi u pada v adalah p, maka terdapat hubungan 

Diperoleh ka = 4, kb = 2, dan ka = 4.

Dari k = ⁴/ₐ disubsitusikan ke kb = 2 menjadi  (⁴/ₐ)b = 2 lalu menjadi 4b = 2a.

Selanjutnya diperoleh hubungan a = 2b sebagai Persamaan-2.

Substitusikan Persamaan-2 ke Persamaan-1.

Kuadratkan kedua ruas untuk menghilangkan akar kuadrat.

Kalikan silang.

5b² + 81 = 121

5b² - 40 = 0

Sederhanakan kedua ruas dengan dibagi 5.

b² - 8 = 0

Faktorkan.

(b - √8)(b + √8) = 0

Untuk b = √8 diperoleh b = 2√2

Karena a = 2b jadi a = 2 x 2√2 =4√2

Jawaban: E

18. Cara:

x + 1 >_ 0 atau x - 2 <_ 0
x >_ -1 atau x <_ 2
{ -1 <_ x <_ 2}
Jawaban: C


19. u.v = (2(4) + (1(2) + (2(4)
      u.v = 18
Jawaban: A (Pernyataan benar, alasan benar, dan mempunyai hubungan sebab akibat)

20. A = (4,7,0)
B = (6,10,-6)
C = (1,9,0)

AB = vektor B - vektor A
AB = (6,10,-6) - (4,7,0)
AB = (2,3,-6) > u


AC = vektor C - vektor A
AC = (1,9,0) - (4,7,0)
AC = (-3,2,0) > v

Nilai AB.AC > 0
 (2,3,-6) . (-3,2,0) = -6 + 6 - 0
= 0
Jawaban: E (Pernyataan dan alasan semuanya salah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASALAH KONTEKSTUAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN VEKTOR

PROYEKSI ORTOGONAL DAN PANJANG PROYEKSI BERSAMA CONTOH SOALNYA

Aku Senang Sebagai Siswa SMAN 63 Jakarta